Senin, 07 Januari 2013

makalah peran agama dalam bimbingan konseling


BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Menurut pendapat para ahli jiwa, yang mengendalikan tindakan seseorangadalah kepribadiannya. Kepribadian tumbuh dan terbentuk dari pengalaman- pengalaman yang dilaluinya sejak lahir. Bahkan mulai dari dalam kandunganibunya sudah ada pengaruh terhadap kelakuan si anak dan terhadap kesehatanmentalnya pada umumnya.
            Dengan memberikan pengalaman pengalamanyang baik, nilai-nilai moral yang tinggi, serta kebiasaan-kebiasaan yang sesuai denganajaran agama sejak lahir, maka semua pengalaman itu akan menjadi bahan dalam pembinaan kepribadian. Kepribadian merupakan kebiasaan yang mendapatkanketerampilan-keterampilan gerak dan kemampuan untuk mempergunakannyasecara sadar.
Berangkat dari pemahaman bahwa Islam merupakan sumber utama dalam membentuk pribadi muslim yang baik, membentuk manusia Indonesia yang percaya dan takwa kepada Allah Swt., menghayati dan mengamalkan ajaranagamanya dalam kehidupan sehari-sehari, baik dalam kehidupan pribadi maupundalam kehidupan bermasyarakat, mempertinggi budi pekerti,memperkuatkepribadian dan mempertebal semangat kebangsaan dan cinta tanah air, agar dapatmenumbuhkan manusia-manusia pembangunan yang dapat membangun dirinyasendiri serta bersama-sama bertanggung jawab atas pembangunan bangsa. Allah berfirman dalam surat asy-Syam [91]: 7-10, yang artinya sebagai berikut:
“Para Nabi diutus untuk membimbing dan mengarahkan manusia kearahkebaikan yang hakiki dan juga sebagai figure konselor yang sangat mumpunidalam memecahkan permasalahan.”
Problem solving, yang berkaitan dengan jiwa manusia, agar manusia keluar dari tipu daya setan. Seperti tertuang dalam ayat berikut ini :Dengan kata lain manusia diharapkan saling memberi bimbingan sesuaidengan kemampuan dan kapasitas manusia itu sendiri, sekaligus memberikonseling agar tetap sabar dan tawakal dalam menghadapi perjalanan kehidupanyang sebenarnya. Dari ayat-ayat tersebut dapat dipahami bahwa ada jiwa yangmenjadi fasik dan ada pula jiwa yang menjadi takwa, tergantung kepada manusiayang memilikinya. Ayat ini menunjukan agar manusia selalu mendidik diri sendirimaupun orang lain, dengan kata lain membimbing ke arah mana seseorang ituakan menjadi, baik atau buruk.
Proses pendidikan dan pengajaran agama tersebutdapat dikatakan sebagai ³bimbingan´ dalam bahasa psikologi. Nabi MuhammadSaw., menyuruh manusia muslim untuk menyebarkan atau menyampaikan ajaranAgama Islam yang diketahuinya, walaupun satu ayat saja yang dipahaminya.Dengan demikian dapat dikatakan bahwa nasihat agama itu ibarat bimbingan.
Guidance, dalam pandangan psikologi. Kebutuhan akan hubungan bantuan
(helping relationship)
Pada dasarnya timbul dari diri dan luar individu yang melahirkan seperangkat pertanyaan mengenai apakah yang harus diperbuat individu. Dalam konsep Islam, pengembangan diri merupakan sikap dan perilaku yang sangatdiistimewakan. Manusia yang mampu mengoptimalkan potensi dirinya, sehingga menjadi pakar dalam disiplin ilmu pengetahuan dijadikan kedudukan yang muliadisisi Allah SWT.
Pendekatan Islami dapat dikaitkan dengan aspek-aspek psikologis dalam pelaksanaan bimbingan konseling yang meliputi pribadi, sikap, kecerdasan, perasaan, dan seterusnya yang berkaitan dengan klien dan konselor yangterintegrasi dalam system qalbu, akal, dan nafsu manusia yang menimbulkantingkah laku. Bagi pribadi muslim yang berpijak pada pondasi tauhid pastilahseorang pekerja keras, namun nilai bekerja baginya adalah untuk melaksanakantugas suci yang telah Allah berikan dan percayakan kepadanya, ini baginya adalahibadah. Sehingga pada pelaksanaan bimbingan konseling, pribadi muslim tersebutmemiliki ketangguhan pribadi tentunya dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a.       Selalu memiliki prinsip landasan dan prinsip dasar yaitu hanya berimankepada Allah Swt,
b.      Prinsip kepercayaan, yaitu beriman kepada malaikat,
c.       Memiliki prinsip kepemimpina, yaitu beriman kepada Nabi dan Rasulnya,
d.      Selalu memiliki prinsip pembelajaran, yaitu berprinsip kepada Al-Qur’an Al Karim,
e.       Memiliki prinsip masa depan, yaitu beriman kepada ³Hari Kemudian,
f.       Memiliki prinsip keteraturan, yaitu beriman kepada ³Ketentuan Allah.´Jika konselor memiliki prinsip tersebut (Rukun Iman). Maka pelaksanaan bimbingan dan konseling tentu akan mengarahkan klien kearah kebenaran,selanjutnya dalam pelaksanaannya pembimbing dan konselor perlu memiliki tigalangkah untuk menuju pada kesuksesan bimbingan dan konseling.
1.    Memiliki mission statement yang jelas yaitu ³Dua Kalimat Syahadat.
2.    Memiliki sebuah metode pembangunan karakter sekaligus simbol kehidupan yaitu³Shalat lima waktu
3.    Memiliki kemampuan pengendalian diri yangdilatih dan disimbolkan dengan puasa.
Prinsip dan langkah tersebut penting bagi pembimbing dan konselor muslim,karena akan menghasilkan kecerdasan emosi dan spiritual (ESQ)
yang sangattinggi (Akhlakul Karimah)
Dengan mengamalkan hal tersebut akan memberikeyakinan dan kepercayaan bagi Counselee yang melakukan bimbingan dankonseling.












BAB II
PEMBAHASAN

1.      Peran Agama
2.      Pengertian Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan Konseling merupakan gabungan dari dua kata, Bimbingandan Konseling.
a.      Pengertian Bimbingan
Bimbingan secara etimologi merupakan terjemahan dari kata ´Guidance´ berasal dari kata kerja ´to guide´ yang mempunyai arti´menunjukkan, membimbing, menuntun, ataupun membantu.
Sesuai dengan istilahnya, maka secara umum bimbingan dapat diartikan sebagai suatu bantuanatau tuntunan. Dalam beberapa literatur banyak menyebutkan pengertian Bimbingan, seperti pada Years Book of Education (1995) dalam Hallen, bahwa:
Guidence is a process of helping individual through their own effort todiscover and develop their potentialities both for personal happinesand social usefulness.
Bimbingan adalah suatu proses membantu individu melalui usahanyasendiri untuk menemukan dan mengembangkan kemampuannya agar memperolehkebahagiaan pribadi dan kemanfaatan sosial. DR. Moh Surya (1986)
dalamHallen, menyebutkan definisi bimbingan sebagai berikut:
Dari banyak definisi yang ada, Hallen memberikan prinsip bimbingansebagai berikut:
a.       Bimbingan merupakan suatu proses yang berkesinambungan,sehingga bantuan itu diberikan secara sistematis, berencana, terus menerus danterarah kepada tujuan tertentu.
b.      Bimbingan merupakan proses membantu individu. Denganmenggunakan kata ´membantu´ berarti dalam kegiatan bimbingan tidak terdapatadanya unsur paksaan.
c.       Bahwa bantuan diberikan kepada setiap individu yangmemerlukannya di dalam proses perkembangannya.
d.      Bahwa bantuan yang diberikan melalui pelayanan bimbingan bertujuan agar individu dapat mengembangkan dirinya secara optimal sesuaidengan potensi yang dimilikinya.
e.       Yang menjadi sasaran bimbingan adalah agar individu dapatmencapai kemandirian yakni tercapainya perkembangan yang optimal dan dapatmenyesuaikan dirinya dengan lingkungannya.
f.       Untuk mencapai tujuan bimbingan sebagaimana dikemukakan diatas, digunakan pendekatan pribadi atau kelompokkan dengan memanfaatkan berbagai teknik dan media bimbingan.
g.      Layanan bimbingan dengan menggunakan berbagai macammedia dan teknik tersebut dilaksanakan dalam suasana asuhan yang normatif.
h.      Bahwa untuk melaksanakan kegiatan bimbingan diperlukanadanya personil-personil yang memiliki keahlian dan pengalaman khusus dalam bidang bimbingan.
b.      Pengertian konseling
Konseling berasal dari bahasa Inggris ´to counsel ´ yang secaraetimologi berarti´to give advice´ ( Hornby: 1958:246), atau memberi sarandan nasihat.Di samping itu, istilah bimbingan selalu dirangkaikan dengan istilahkonseling. Hal ini disebabkan karena bimbingan dan konseling itu merupakansuatu kegiatan yang integral. Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan di antara beberapa teknik dalam pelayanan bimbingan diantara beberapa teknik lainnya, namun konseling sebagaimana dikatakan olehSchmuller adalah ´the hert of guidence program´ (Dewa Ketut Sukarni;1984:11). Selanjutnya dikatakan pula oleh Ruth Strang (1958) bahwa ´Guidence is breader;counseling is a most importance tool of guidance´.
Bimbingan itu lebih luas, dankonseling merupakan alat yang paling penting dari usaha pelayanan bimbingan. Memberikan kasih sayang dan cinta. Seorang ibu sebaiknya memberikan hadiahkepada anak putrinya jika melakukan pekerjaan rumah. Seorang ayahpunhendaknya memberikan motivasi pada anak laki-lakinya dan memberi hadiahsetimpal dengan pekerjaan yang telah dikerjakannya. Hal ini akan terealisasi jikadirumah terbentuk suasana penuh kasih dan cinta serta bahasa yang ramah.Keempat: Menghindari penggunaan kata kotor.Ada sebagian keluarga dimana para orang tua selalu menggunakan katakotor ketika berbicara dengan anak-anak mereka.
Padahal pada setiap tempat,terjaganya lingkungan masyarakat akan tergantung pada istilah-istilah danungkapan bahasa yang digunakan orang tua kepada putra putrinya. Dalam memberikan pengarahan, hendaknya para orang tua dan pemuka masyarakatmenggunakan kata-kata yang dapat diterima oleh masyarakat umum, khususnyakaum wanita. Sebab, untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut tidak harus menyakitikepribadian orang lain atau menggunakan kata-kata kotor dan jorok. Islam sangatmenjunjung tinggi pendidikan seorang Muslim dengan tetap menjaga kesucianlisan dan menjauhkan cemoohan serta kata jorok.
3.      Landasan Agama Dalam Bimbingan Konseling
            Landasan Agama merupakan landasan yang dapat memberikan pemahaman kepada konselor tentang dimensi keagamaan sebagai faktor yangmempengaruhi terhadap perilaku individu. Dalam proses pelayanan yangdiberikan pada setiap individu/siswa, konselor harus memperhatikan dimensikeagamaannya sehingga pemberian solusi akan sesuai dengan apa yang merekayakini, tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama yang mereka anut.Seorang konselor sangatlah penting untuk memahami landasan agama secara baik karena konselor tidak hanya sekedar menuangkan pengetahuan ke otak saja atau pengarahan kecakapannya saja tetapi agama penting untuk menumbuhkembangkan moral, tingkah laku, serta sikap siswa yang sesuai denganajaran agamanya. Sehingga kepribadian serta sikap jiwanya harus dapatmengendalikan tingkah lakunya dengan cara yang sesuai dengan ajaran dan
tuntunan aganmanya.Landasan religius dalam layanan bimbingan dan konseling ditekankan pada tiga hal pokok, yaitu:
a.       manusiasebagai makhluk Tuhan;
b.      sikap yang mendorong perkembangan dari perikehidupan manusia berjalan ke arah dan sesuai dengan kaidah-kaidah agama; dan,
c.       upaya yang memungkinkan berkembang dan dimanfaatkannya secaraoptimal suasana dan perangkat budaya (termasuk ilmu pengetahuan danteknologi) serta kemasyarakatan yang sesuai dengan dan meneguhkankehidupan beragama untuk membantu perkembangan dan pemecahanmasalah.Ditegaskan pula oleh Moh. Surya (2006). Bahwa salah satu tren bimbingandan konseling saat ini adalah bimbingan dan konseling spiritual.
Berangkat darikehidupan modern dengan kehebatan ilmu pengetahuan dan teknologi sertakemajuan ekonomi yang dialami bangsa-bangsa Barat yang ternyata telahmenimbulkan berbagai suasana kehidupan yang tidak memberikan kebahagiaan batiniah dan berkembangnya rasa kehampaan. Dewasa ini sedang berkembangkecenderungan untuk menata kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai spiritual.
Kondisi ini telah mendorong kecenderungan berkembangnya bimbingan dankonseling yang berlandaskan spiritual atau religi.
      Agama (Religion) berasal dari kata Latin ‘religio´, berarti ‘tie-up´ dalam bahasa Inggris, Religion dapat diartikan ‘having engaged God’ atau ‘The Sacred
Power’.
Secara umum diIndonesia, Agama dipahami sebagai sistem kepercayaan, tingkah laku, nilai, pengalaman dan yang terinstitusionalisasi, diorientasikan kepada masalahspiritual/ritual yang disalingtukarkan dalam sebuah komunitas dan diwariskanantar generasi dalam tradisi. Dalam agama terutama agama Islam menempatkankedudukan manusia pada kedudukan yang mulia. Manusia di beri jabatan olehAllah sebagai khalifah di bumi, tentu saja ia memiliki keistimewaan dibandingkandengan makhluk lain. Ketika manusia diciptakan, dia beri keanugerahan dandibekali kemampuan.
Peristiwa pemberian kemampuan bawaan ini disebutkandalam al-Qur’an surat Asy Syams ayat 8 yaitu:
$ygyJolù;r'sù $yduqègéú $yg1uqø)s?ur ÇÑÈ
Artinya:"  Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu(jalan)."( Asy Syams ayat 8).
kefasikan danketaqwaan.Dan dari hadits menyebutkan bahwa bawaan itu adalah fitrah, sebagaimanasabda Nabi Muhammad SAW.  Yang artinya: Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah, kedua orang tuanyalahyang bisa membuatnya beragama yahudi, nasrani atau majusi. Jadi kemampuan bawaan itu merupakan modal dasar yang akan tetap kerdil bila tidak ada usaha untuk mengembangkannya. Apabila terjadi pengalaman yangterus menerus maka kemampuan itu akan berkembang dan meluas, sehinggaketika menghadapi masalah, seseorang tidak akan terlalu sulit untuk mengatasinya.Melalui pendekatan agama seorang konselor akan mampumengatasi permasalahan apapun yang dihadapi klien/siswanya. Karena agamamengatur segala kehidupan manusia, seperti mengatur bagaimana supaya hidupdalam ketentraman batin/jiwa atau dengan kata lain bahagia di dunia dan akherat.
Pandangan Islam terhadap kesehatan mental dapat dilihat dari peranan Islam itusendiri bagi kehidupan manusia,yaitu sebagai berikut:
a.       Ajaran Islam beserta seluruh petunjuknya yang ada didalamnya merupakanobat (Syifa) bagi jiwa atau penyembuh segala penyakit hati yang terdapatdalam diri manusia (rohani)
b.      Ajaran Islam memberikan bantuan kejiwaan kepada manusia dalammenghadapi cobaan dan mengatasi kesulitan dengan sabar dan sholat.
c.       Ajaran Islam memberikan rasa aman dan tentram yang menimbulkankeimanan kepada Allah dalam jiwa seorang mukmin. Bagi seorang mukmin ketenangan jiwa, rasa aman dan ketentraman jiwa akanterealisasi sebab keimanannya kepada Allah yang akan membekali harapan akan pertolongan, lindungan dan penjagaan-Nya.
Pemahaman agama di sekolah sangat penting untuk pembinaan dan penyempurnaan pertumbuhan kepribadian anak didik, karena pendidikan agamamempunyai dua aspek penting.
Aspek pertama dari pendidikan agama, adalah ditujukan kepada jiwa atau pembentukan kepribadian. Siswa diberi kesadaran akan adanya Tuhan, laludibiasakan melakukan perintah-perintah Tuhan dan meninggalkan larangan-larangan-Nya. Dalam hal ini siswa dibimbing agar terbiasa kepada peraturan yang baik, yang sesuai dengan ajaran agama, seperti yang diberikan oleh keluarga yang berjiwa agama.Aspek kedua dari pendidikan agama, adalah ditujukan kepada pikiran atau pengajaran agama itu sendiri, kepercayaan kepada Tuhan tidak akan sempurna bila isi dari ajaran-ajaran Tuhan itu tidak diketahui betul-betul.
Pendidikan agama yang diberikan sejak kecil akan memberikan kekuatan yang akan menjadi bentengmoral dan polisi yang mengawasi tingkah laku dan jalan hidupnya dan menjadiobat anti penyakit/ganguan jiwa.Agar layanan bantuan yang diberikan itu bernilai ibadah, maka kegiatantersebut harus berdasarkan kepada keikhlasan dan kesabaran.begitu juga padakonselornya. Berikut ini persyaratan konselor:
1.      Konselor hendaklah orang yang beragama dan mengamalkan dengan baik keimanan dan ketaqwaaannya sesuai dengan agama yang dianutnya.
2.      Konselor sedapat-dapatnya mampu mentransfer kaidah-kaidah agamasecara garis besar yang relevan dengan masalah klien.
3.      Konselor harus benar-benar memperhatikan dan menghormati agamaklien.

3. Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling dalam Membentuk kepribadian Muslim
Pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang optimal akan terjadi jika adainteraksi positif antara siswa dan guru. Guru sebagai taladan dan juga fasilitator harus dapat menfasilitasi siswa dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya,dengan harapan proses dan hasil pembelajaran di sekolah dapat memberikan pengalaman yang berkesan baik dan mampu membentuk kepribadian muslimsiswa secara optimal. Dengan demikian, akan memudahkan dalam mencapaikompetensi belajar siswa.
Pelaksanaan bimbingan dan konseling bukanlah seterusnya. untuk bakat minat siswa ataupun kasus siswa biasa kita pernahgunakan layanan secara kolaboratif tetapi tetap yang terarah, sistematis, dan berkelanjutan untuk anak supaya solusi dapat dihasilkan dengan maksimal.Sekolah berusaha menciptakan lingkungan yang ramah, santun, disiplin, danreligius untuk membentuk kebiasaan yang muslim siswa, ini merupakan kebijakansederhana namun berat untuk terus menjaga kenyamanan dan keharmonisanhubungan antar warga di bagi guru-guru termasuk guru bimbingan konseling yangharus selalu siap membantu segala kekurangan dan celah yang ada, supayalingkungan dan peraturan yang mendukung terwujudnya kepribadian muslimsiswa yang baik terutama ketika memperingati segala bentuk hari-hari besar Islam, misalnya; idul adha ini memberikan kesan dan kesadaran terhadap siswaakan kebesaran Allah.





















BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Peran bimbingan dan konseling di sekolah dalam membentuk kepribadianmuslim siswa dilakukan dengan memberikan pelayanan konseling kepada siswasecara terarah, kontinyu, dan sistematis pada siswa bermaksud untuk mengembangkan fitrah beragama, sehingga menimbulkan prilaku yang terpujidalam diri siswa sehingga siswa jadi termotivasi untuk menjalankan ajaran agamaIslam.
Dalam membentuk kepribadian muslim siswa kegiatannya dipraktekkan,sesuai dengan kalender nasional dan kalender pendidikan di sekolah. karenamembentuk kepribadian muslim itu berkaitan dengan sisi psikologis atau jiwaanak maka bimbingan dan konseling dilakukan lewat teori konseling.
Dukungan semua pihak akan sangat membantu dalam menjalankan proses bimbingan di sekolah. Karena Dengan dukungan semua pihak sekolah, termasuk wali siswa, kepala sekolah beserta para guru yang lain di samping memberinasehat-nasehat keagamaan kepada para siswa juga memberi kasih sayang dantauladan dalam bertingkah laku sehari-hari. Seperti dalam hal sopan santunnya, perkataan, hubungan interaksi social bagus, disiplin dalam segala hal, dan lain-lainnya.
 Dengan demikian siswa akan mudah menirukan dan terpengaruh dengansendirinya tanpa banyak komentar dari bapak ibu guru di sekolah.











DAFTAR PUSTAKA

Rojib blog » urgensi landasan agama dalam pelaksanaan bimbingan konseling disekolah.htmlfindtouyou.com (tugas akhir penelitian) bimbingan konseling dan peran agama dalam bimbingan konseling. htmlYusuf syamsu, nurihsan juntika, 2009.
Landasan Bimbingan dan Konseling. Bandung: Remaja Rosdakarya Offset.
 A, Nazarullah, Bimbingan dan Konseling di Madrasah http:www.a741k.web44.net/BIMBINGAN%2520DAN%2520KONSELING.id Arikunto, Suharsini, 2002.
Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Jakarta: Rineka Cipta.Departemen Agama RI, 1969.
 Al Qur'an dan Terjemahnya. Jakarta: Yamunu.Surakhmad, Winarno, 1990,
Pengantar Penelitian Ilmiah, Bandung, Tarsito.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar